SURABAYA- Sepulang menghadiri acara sah-sahan diwilayah Sidoarjo, belasan pesilat lakukan konvoi saat perjalanan pulang. Konvoi itu diketahui kemudian terpecah kearah Sidoarjo dan juga Surabaya.
Belasan peserta konvoi yang mengarah ke Surabaya terlibat kerusuhan, pengeroyokan hingga pembacokan dan sebanyak 11 pelaku yang kebanyakan masih pelajar diamankan Unit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo dan Polrestabes Surabaya.
Para tersangkanya, A.P.P. pelajar berusia, 17 tahun, A.A.W.A pelajar berusia 17 tahun, N.F (18) asal Jalan Zainal Abidin Tambak Sumur Waru Sidoarjo, M.P.S pelajar berusia 17 tahun, E. P. F.P pelajar berusia 16 tahun.
P.B.A (18) asal Jalan Perintis Tambakrejo Waru Sidoarjo., D.W.S (18) asal Jalan Brigjen Katamso Kedungrejo Waru Sidoarjo, A. N. G (18) asal Dusun Mojosongo, DS. Balong Besuk, Kec.diwek, Kab Jombang.
B.G.L (18) asal Jalan Tambak Sumur Kec. Waru Sidoarjo, J.J (20) asal Jalan Brigjen Katamso Waru Sidoarjo dan D.P.P (22) asal Jalan Silawankerto Selatan Surabaya.
Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mewakili Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistyawan menjelaskan,
Kejadian pembacokan itu pada, Senin 22 Juni 2026, saat konvoi anggota pesilat PSHT kurang lebih sebanyak 15 orang dengan menggunakan kendaraan berkonvoi gabungan dari berbagai ranting.
"Konvoi tersebut menurut pelaku, mereka habis pengesahan PSHT di Juanda dari Sidoarjo mengarah ke Surabaya sampai pertigaan Kutisari mereka bertemu dua korban korban ini diketahui memakai baju PSH Winongo kemudian diteriaki oleh para pelaku," jelas AKP Hadi, Selasa (14/7/2026).
Pada saat konvoi dan melewati jembatan Kutisari Utara berhenti di jembatan sekira pukul 04.05 Wib, kemudian kelompok pelaku melihat dua orang korban berboncengan, orang yang dibonceng memakai Hem lengan pendek warna hitam yang bertuliskan dipunggung "BROEDERSHAP.
Oleh para pelaku kemudian diteriaki, Winongo Winongo, dan para pelaku kurang lebih 15 orang mengejar korban, sesampainya di TPS (Tempat Pembuangan Sampah ) sebrang jalan kantor BPS jatim surabaya Jalan Kendangsari industri, kedua korban dipepet para pelaku yang berakibat kedua korban terjatuh.
"Saat itulah, para pelaku langsung memukuli kedua korban, salah satu korban berhasil menyelamatkan diri dengan masuk di kotak sampah, sedangkan korban yang satunya tidak berdaya, terus dipukuli, dengan menggunakan tangan kosong, dengan kayu, dengan Doble stick," imbuh Kasihumas.
Salah satu korban juga diinjak-injak menggunakan kaki, kemudian salah satu pelaku menarik baju yang dipakai korban, juga dilakukan oleh pelaku yang lainya.
Bersamaan, salah satu pelaku langsung mengeluarkan sebilah celurit dan langsung membacok korban mengenai punggung korban sampai tembus paru paru, baju yang dipakai korban langsung dibawa lari oleh pelaku.
Setelah para pelaku berhasil menganiaya korban, dan korban tidak berdaya, para pelaku langsung lari kearah barat, meninggalkan korban yang lemas dan tidak berdaya.
Atas kejadian tersebut salah korban yang masih sehat melaporkan ke Polsek Tenggilis Mejoyo guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dan korban yang alami luka langsung dibawa kerumah sakit Royal Rungkut Industri Surabaya.
barang bukti yang diamankan berupa, Rekaman CCTV, Jaket Hodie warna hitam yang bertuliskan depan dan belakang “HAYABUSHA “ (harga mati hanya buat SH Terate Sidoarjo).
1 buah kaos lengan pendek warna hitam yang bertuliskan PSHT Surabaya logo bunga teratai, 1 buah kaos warna biru lengan biru yang bertuliskan SERDADU, topi warna Hitam putih, 1 buah Doble stick yang terbuat dari besi dan 3 unit sepeda motor. (*)
Editor : adm1