GRESIK - Oknun suporter yang melakukan pengeroyokan terhadap ARF (20) warga Lakarsantri, Surabaya gegara emosi tim sepak bola kesayangannya kalah dalam bertanding diamankan oleh Tim Macan Giri Sat Reskrim Polres Gresik.
Ke 8 tersangkanya, adalah RBP, FF, BKS, WA, YPR, PAR, MZ, MAR. Seluruhnya dijemput paksa dirumahnya masing-masing oleh tim Resmob Satreskrim Polres Gresik.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengatakan persitiwa itu terjadi pada minggu (3/5/2026) silam. Saat itu, korban bersama 2 orang temannya hendak ngopi di kawasan Putri Cempo Gresik.
"Saat itu, korban hendak ngopi tapi berhenti sebentar di minimarket jalan Veteran Kebomas," jelas Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, Selasa (19/6/2026).
Ramadhan menjelaskan dari hasil pemeriksaan, para pelaku tersebut melakukan konvoi setelah nobar tim sepak bola yang mereka dukung. Saat melintas di lokasi kejadian, para pelaku melihat helm korban terdapat stiker tim sepak bola lawan.
"Para pelaku mendatangi korban dan langsung mengeroyok korban. Sementara Tiga temannya berhasil menyelamatkan diri masuk ke dalam minimarket," imbuh Ramadhan.
Setelah mengeroyok korban, para pelaku meninggalkan pelaku. Korban pun dibawa ketiga rekannya ke rumah sakit untuk menjalani perawatan dan melaporkan ke Polres Gresik.
"Adanya laporan itu, kami langsung melakukan penyelidikan, dan berhasil mengidentifikasi sejumlah pelaku," tambah Rama.
Alumnus Akpol 2007 itu menjelaskan, para pelaku mayoritas merupakan warga Gresik yang merupakan suporter fanatik salah satu klub sepak bola.
Dari hasil pemeriksaan, lanjut Ramadhan, selain melihat stiker di helm korban, motif pengeroyokan dikarenakan karena tidak terima lantaran tim kesayangannya dikalahkan oleh tim favorit korban. Bahkan, para tersangka menuduh bahwa korban pernah menyerang rekan-rekannya.
"Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda. Mulai dari memukul, menendang, hingga merusak motor korban di lokasi kejadian," pungkas Ramadhan.
Sebelumnya, Delapan oknum suporter ditetapkan Polres Gresik jadi tersangka pengeroyokan seorang pemuda. Polisi membeberkan motif pengeroyokan berawal dari tim yang didukung mengalami kekalahan.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka karena emosi tim yang didukung kalah. Mereka lantas melampiaskan kepada korban secara acak.
"Motifnya karena emosi tim sepak bola yang mereka dukung gagal menang saat bertanding," pungkas Ramadhan, Senin (18/5/2026).(*)
Editor : adm1