Dr. Ratih Dewi Saputri : Tanaman Tropis Indonesia Sebagai Sumber Obat Masa Depan

author Adm02

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dr. Ratih Dosen Unesa Surabaya
Dr. Ratih Dosen Unesa Surabaya

i

SURABAYA- Dalam hutan hujan tropis di Indonesia tersimpan ribuan spesies tumbuhan yang belum pernah diteliti secara mendalam, khususnya dibagian Timur.

Kekayaan biodiversitas tersebut menjadi titik awal perjalanan riset Dr. Ratih Dewi Saputri bersama tim sejak tahun 2018 untuk mengungkap potensi senyawa bioaktif dari tanaman tropis Indonesia sebagai sumber kandidat obat masa depan. 

Selama lebih dari delapan tahun, perjalanan eksplorasi ini tidak hanya menghasilkan pengetahuan baru mengenai kekayaan senyawa aktif tanaman tropis Indonesia, tetapi juga melahirkan berbagai luaran inovatif berupa Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), buku ber-ISBN, publikasi internasional bereputasi pada jurnal Q2 dan Q3, serta memperkuat jejaring riset nasional dan internasional.

Perjalanan ilmiah Dr. Ratih tersebut dimulai dari eksplorasi berbagai tanaman endemik Indonesia, khususnya dari kawasan Sumatra, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan, hingga wilayah Indonesia Timur, yang selama ini dikenal memiliki kekayaan senyawa aktif yang luar biasa, namun masih minim kajian ilmiah. 

Melalui pendekatan fitokimia modern, ratusan fraksi tanaman berhasil dieksplorasi hingga diperoleh berbagai senyawa aktif yang belum pernah ditemukan, seperti golongan flavonoid dan santon dari genus Garcinia dan Flemingia yang menunjukkan potensi sebagai antioksidan dan antikanker. 

Berawal dari eksplorasi biodiversitas tropis Indonesia, penelitian ini kemudian berkembang menjadi kajian tentang hubungan antara struktur dan aktivitas biologis (Structure–Activity Relationship/SAR). Fokus utama penelitian ini adalah memahami bagaimana perubahan struktur molekul alami dapat meningkatkan aktivitas biologisnya dalam menangkal radikal bebas sekaligus menghambat pertumbuhan sel kanker. 

Pendekatan ini menjadi fondasi penting dalam pengembangan obat berbasis bahan alam generasi baru. 
Seiring berkembangnya penelitian, fokus tim riset Dr. Ratih diarahkan pada kanker yang paling banyak menyerang perempuan, yaitu kanker serviks (HeLa) dan kanker payudara (4T1). 

Setiap tahun, jutaan perempuan di seluruh dunia berjuang melawan kanker payudara dan kanker leher rahim. Di balik angka statistik tersebut terdapat jutaan ibu, anak, dan perempuan produktif yang mempertaruhkan harapan hidup mereka. 

Kondisi inilah yang menjadi alasan utama penelitian ini dikembangkan. Bukan sekadar menemukan senyawa baru, tetapi juga membuka peluang lahirnya kandidat obat herbal berbasis tanaman tropis Indonesia yang lebih aman, lebih selektif, dan mampu menjadi alternatif terapi kanker di masa depan.

Berbagai spesies Garcinia di Indonesia, yang sudah diteliti oleh tim peneliti Dr. Ratih, seperti Garcinia celebica, Garcinia rigida, Garcinia parvifolia, Garcinia nigrolineata, Garcinia hombroniana, dan Garcinia xanthochymus, berhasil menghasilkan senyawa santon yang menunjukkan aktivitas sitotoksik dan antioksidan yang menjanjikan.

Bahkan, penelitian terbaru telah diperluas dengan menggunakan pendekatan molecular docking (in silico) untuk mengevaluasi interaksi senyawa alami terhadap target molekuler kanker payudara dan kanker serviks, sehingga memperkuat proses penemuan kandidat obat secara lebih terarah.


 Berbagai artikel telah dipublikasikan dalam jurnal bereputasi internasional dengan tema eksplorasi tanaman tropis Indonesia serta pengembangan senyawa bioaktif sebagai kandidat antikanker dan antioksidan. 

Kini, perjalanan tersebut terus berkembang menuju tahap yang lebih maju, yaitu pengembangan kandidat obat berbasis biodiversitas Indonesia melalui pendekatan Network Pharmacology .

Visi besarnya adalah menjadikan kekayaan hayati Indonesia, terutama flora tropis dari kawasan timur Nusantara sebagai sumber inovasi kesehatan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dunia dan membuka peluang lahirnya terapi antikanker yang lebih efektif, aman, dan berasal dari kekayaan alam Indonesia.(*)
 

Berita Terbaru

Pemuda Dikeroyok di Klub Super House, 3 jadi Tersangka 1 Anak Anak  

Pemuda Dikeroyok di Klub Super House, 3 jadi Tersangka 1 Anak Anak  

Selasa, 21 Jul 2026 16:44 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 16:44 WIB

Aksi pengeroyokan terjadi di klub malam Super House kawasan Surabaya Barat pada Minggu (15/2)…

Kinerja Operasional yang Impresif, Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Kinerja Operasional yang Impresif, Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Selasa, 21 Jul 2026 14:46 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 14:46 WIB

MERAUKE - Terminal Peti Kemas (TPK) Merauke kembali menorehkan kinerja operasional yang impresif pada Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total arus…

40 Tahun Berpisah, Kembali Bertemu dalam Reuni SMPN 5 Pamekasan

40 Tahun Berpisah, Kembali Bertemu dalam Reuni SMPN 5 Pamekasan

Senin, 20 Jul 2026 17:50 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:50 WIB

Mereka menggelar kegiatan *Silaturahmi Akbar* dengan mengusung tema "Balik ke masa SMP,…

Sabu Jaringan Sampang Diungkap Polresta Sumenep, Tiga Tersangka Diamankan

Sabu Jaringan Sampang Diungkap Polresta Sumenep, Tiga Tersangka Diamankan

Senin, 20 Jul 2026 15:13 WIB

Senin, 20 Jul 2026 15:13 WIB

sabu tersebut didapatkan dari M (36), warga Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang…

Viral Curi Ban dan Velg, Pria 44 Tahun Ditangkap Polsek Simokerto 

Viral Curi Ban dan Velg, Pria 44 Tahun Ditangkap Polsek Simokerto 

Senin, 20 Jul 2026 14:48 WIB

Senin, 20 Jul 2026 14:48 WIB

Gerak cepat Reskrim Polsek Simokerto menganalisa serta menyelidiki rekaman CCTV…

Residivis Kembali Berulah, Wanita Pengedar SS dan Ekstasi Diamankan Polrestabes Surabaya 

Residivis Kembali Berulah, Wanita Pengedar SS dan Ekstasi Diamankan Polrestabes Surabaya 

Minggu, 19 Jul 2026 10:45 WIB

Minggu, 19 Jul 2026 10:45 WIB

SURABAYA- Pernah dipenjara kasus narkoba dan bebas pada tahun 2023 tak membuat jera wanita di Surabaya ini. Dia kembali nekat berbisnis barang terlarang dua…