Polda Jatim Amankan Ayah Tiri di Surabaya, Diduga Cabuli Anak Kembar Selama Tiga Tahun

author Adm02

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kabid Humas dan Dirres PPA-PPO Polda Jatim
Kabid Humas dan Dirres PPA-PPO Polda Jatim

i

SURABAYA- Subdit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Jawa Timur berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap dua anak kembar di Surabaya. Pelaku diketahui merupakan ayah tiri korban yang diduga melakukan perbuatan tersebut sejak tahun 2023 hingga 2026.

Tersangka WRS (39), warga Surabaya, diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka setelah polisi menerima laporan, penyidik langsung melakukan pemeriksaan secara cepat dan menggelar perkara hingga akhirnya menetapkan statusnya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Jules Abraham Abast melalui Dires PPA- PPO Kombes Pol. Ganis Setyaningrum menegaskan bahwa tindak pidana kekerasan seksual merupakan kejahatan serius yang tidak hanya melanggar norma hukum, tetapi juga menyerang harkat martabat serta hak asasi manusia.

Menurutnya, negara melalui aparat penegak hukum memiliki kewajiban memberikan perlindungan, penanganan, hingga pemulihan terhadap korban secara komprehensif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual," kata Kombes Ganis saat konferensi pers, Jumat (22/05/2026).

Dalam perspektif teori perlindungan hukum sebagaimana dikemukakan Satjipto Rahardjo, hukum hadir untuk memberikan perlindungan terhadap kepentingan dan hak-hak masyarakat, khususnya kelompok rentan dan korban tindak pidana.

Ia juga mengajak media massa untuk ikut berperan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya perlindungan korban kekerasan seksual dengan tetap menjaga identitas korban.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari keberanian korban untuk melapor kepada aparat penegak hukum dengan dukungan masyarakat sekitar.

“Penanganan ini dilakukan karena adanya keberanian korban untuk melapor dan dukungan masyarakat sehingga korban mau menyampaikan kejadian yang dialami kepada aparat penegak hukum,” ungkapnya.


WRS diketahui merupakan ayah tiri kedua korban anak kembar yang telah tinggal bersama sejak ibunya menikah kembali pada tahun 2017.
Modus Dilakukan Saat Rumah Sepi
Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka diduga menjalankan aksinya saat kondisi rumah dalam keadaan sepi ketika ibu korban sedang keluar rumah.

Korban pertama berinisial RF diduga mengalami kekerasan seksual sejak tahun 2023 hingga 2026 dan terjadi lebih dari satu kali. Sementara korban lainnya berinisial RB diduga mengalami peristiwa serupa sejak tahun 2025 hingga 2026.

“Modus pelaku dilakukan saat ibu korban pergi ke pasar atau memiliki keperluan lain sehingga rumah dalam keadaan sepi,” jelasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan sejumlah pasal berlapis, yakni Pasal 81 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) junto Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 6 huruf c dan/atau Pasal 14 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Selain itu, tersangka juga dijerat dengan ketentuan pemberatan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 65 KUHP karena pelaku merupakan orang tua, wali, pengasuh, atau pihak yang memiliki hubungan kekuasaan dan kepercayaan terhadap korban.

“Karena pelaku adalah orang tua atau wali, maka ada penambahan pasal pemberatan yakni sepertiga dari hukuman pokok,” tegas Kombes Ganis.

Saat ini tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Jawa Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain fokus pada penegakan hukum, Polda Jatim juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3APPKB) Kota Surabaya guna memberikan pendampingan terhadap korban.

Pendampingan tersebut meliputi kebutuhan kesehatan, psikologis, rumah aman, hingga perlindungan lanjutan bagi korban.

Barang bukti yang diamankan dalam kasus ini di antaranya dua lembar akta kelahiran, kartu keluarga, pakaian korban, pakaian dalam, serta hasil visum et repertum. (*)

Berita Terbaru

Midea Paling Ideal Tiba di Surabaya, Kenalkan Ekosistem AI SMART MASTER

Midea Paling Ideal Tiba di Surabaya, Kenalkan Ekosistem AI SMART MASTER

Sabtu, 17 Okt 2026 08:33 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:33 WIB

SURABAYA – Midea Electronics Indonesia melanjutkan rangkaian komunikasi Midea Paling Ideal #JujurSebagusItu di Surabaya, Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini m…

Alumni Cak dan Ning 2019 Jadi Sorotan, Anggota Buka Suara Diduga Terseret Kasus Narkoba

Alumni Cak dan Ning 2019 Jadi Sorotan, Anggota Buka Suara Diduga Terseret Kasus Narkoba

Jumat, 16 Okt 2026 21:55 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 21:55 WIB

Dugaan aktivitas R.A. tidak hanya berkaitan dengan narkotika, tetapi juga mencakup dugaan penadahan kendaraan bermotor hingga intimidasi…

Polsek Wonocolo Ungkap Curanmor Sidosermo, Satu Pelaku Diburu

Polsek Wonocolo Ungkap Curanmor Sidosermo, Satu Pelaku Diburu

Jumat, 16 Okt 2026 20:44 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 20:44 WIB

Berangkat dari wilayah Sampang, Madura, menggunakan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi M 6221 NO…

Dua Pengedar Pandean Peneleh Ditangkap Polrestabes Surabaya, Polisi Menyita Lima Poket Sabu

Dua Pengedar Pandean Peneleh Ditangkap Polrestabes Surabaya, Polisi Menyita Lima Poket Sabu

Jumat, 16 Okt 2026 08:41 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 08:41 WIB

HR Mengaku Mendapat Pasokan Sabu dari MA…

Senkom Bantu Pengamanan Danrem 082/CPYJ Tinjau KDKMP di 8 Desa Jombang

Senkom Bantu Pengamanan Danrem 082/CPYJ Tinjau KDKMP di 8 Desa Jombang

Kamis, 15 Okt 2026 22:14 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 22:14 WIB

JOMBANG — Danrem 082/Citra Panca Yudha Jaya, Kolonel Inf Batara Alex Bulo, melakukan peninjauan penguatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (…

Dugaan TPPO Bermodus Prostitusi Daring di Surabaya dan Sidoarjo Diungkap Polda Jatim 

Dugaan TPPO Bermodus Prostitusi Daring di Surabaya dan Sidoarjo Diungkap Polda Jatim 

Kamis, 15 Okt 2026 21:24 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 21:24 WIB

Dua orang sebagai tersangka, yakni seorang perempuan berinisial ADR asal Sidoarjo dan seorang laki-laki berinisial AA asal Sukabumi.…