SURABAYA- Polres Tanjung Perak Surabaya pamerkan pelaku pembunuhan pada Senin, 19 Mei 2025 pukul 17.15 WIB dibelakang Masjid Sirotol Mustakim Kedinding Lor No. 30 Kec. Kenjeran Surabaya yang tewaskan warga Bulak Banteng Madya.
Tersangka pembunuhan itu inisial B.S. (26) asal Dsn. Tanjung Kel. Botoporo Barat Kec. Kedundung Sampang. Usai membunuh, BS inimelarikan diri ke Sampang Madura, dan dibekuk di Desa Ketapang Sampang Madura pada Selasa 20 Mei 2025 sekira pukul 21.00 wib.
Dari tersangka turut diamankanbarang bukti, 1 buah celurit dan sepeda motor Honda Supa X warna Hitam dengan Nopol L-5070- AAR.
Kasat Reskrim Polres Tanjung Perak AKP M. Prasetyo menjelaskan, awal kejadian Senin, 19 Mei 2025, sekira pukul 17.30 Wib, yang diawali dari cek-cokantara korban dan pelaku didepan toko Madura.
"Keterangan yang didapat, awalnya korban membeli bensin jenis Pertalite yang diisi fulltank ditempat toko Madura, namun setelah membeli bensin korban tidak mau membayar," jelas Kasat, Kamis, (22/5/2025).
Ternyata, dari keterangan pelaku, korban juga memukul pelaku. Kemudian korban hendak melarikan diri dan dihadang oleh pelaku dengan cara mengambil kontak motor.
Setelah itu korban berlari dan pelaku masuk kedalam tokomengambil sebilah celurit yang diselipkan di pinggang sebelah kiri. Kemudian pelaku mengejar korban menggunakan sepeda motor korban, namun pelaku kehilanganjejak.
Pada saat kembali ke toko madura, pelaku berpapasan dengan korban yang keluar dari rumah warga. kemudian korban dikejar oleh pelaku sampai kearah MasjidSirotol Mustakim JI. Kedinding Lor No. 30 Kec. Kenjeran Surabaya.
"Saat Korban dikejar, dikarenakan di belakang Masjid Sirotol Mustakim merupakan jalan Buntu makakorban tidak bisa menghindar dari Pelaku, sehingga Korban dibacok oleh Pelaku dengan celurit," imbuh AKP Prasetyo.
Korban yang luka karena sabetan celurit akhirnya Meninggal Dunia dilokasi. Kemudian pelaku melarikan diri dan membuang sepeda motor korban ditanah kosong daerah Sukolilo Larangan Surabaya.
Pelaku kemudian melarikan diri ke Sampang Madura. Korban sendiri diketahui mengalami luka bacok tembus pada dada kiri, pada lengan atas kanan, lengan bawah kiri, luka bacok pada pergelangan tangan kiri hingga ampustasi.
"Untuk motifnya, pelaku ini tidak terima dan emosi karena korban tidak mau membayar uang bensin dan memukul pelaku," pungkas Kasat M. Prasetyo.(*)
Editor : Memo News