Kabut Asap Sampit Kian Pekat, Pelindo Terminal Petikemas Gerak Cepat Lindungi Pekerja dan Warga

Reporter : adm1
Pelindo Terminal Petikemas Gerak Cepat Lindungi Pekerja dan Warga

KOTAWARINGIN TIMUR- Kondisi udara di Kabupaten Kotawaringin Timur, khususnya Kota Sampit, kian mengkhawatirkan akibat kepungan kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

Merespons eskalasi tersebut, PT Pelindo Terminal Petikemas melalui Terminal Peti Kemas (TPK) Bagendang mengambil langkah taktis dengan mendistribusikan ratusan masker pelindung secara langsung kepada pekerja operasional pelabuhan, pengguna jasa, serta masyarakat sekitar pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Baca juga: Kinerja Operasional yang Impresif, Kenaikan Arus Peti Kemas 11,44 Persen

Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotawaringin Timur, akumulasi hotspot atau titik panas telah menembus 204 titik hanya dalam 24 jam terakhir.

Dampaknya sangat signifikan: Indeks Kualitas Udara (AQI) untuk polutan PM2.5 di Sampit kini berada pada kategori "Tidak Sehat", dan jarak pandang (visibility) pada pagi hari anjlok hingga menyisakan jarak 300-400 meter.

Menghadapi situasi darurat ini, Akhmad Fajar, Terminal Head TPK Bagendang Bumiharjo, menginstruksikan jajarannya untuk segera turun ke lapangan.

Baca juga: Pelindo, BNN dan BPBD Kota Surabaya Ajak Anak Kenal Pelabuhan, Hidup Sehat, dan Siaga Bencana Lewat Portground 

"Kondisi udara dalam beberapa hari terakhir menuntut kita untuk bergerak cepat. Keselamatan dan kesehatan pekerja, serta masyarakat di ring satu pelabuhan, adalah hal yang tidak bisa ditunda. Distribusi masker ini adalah langkah perlindungan pertama yang langsung kami eksekusi agar risiko gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dapat ditekan," tegas Fajar, Senin (10/8).

Meskipun aktivitas kepelabuhanan tetap berjalan untuk menjaga rantai logistik, Akhmad menekankan bahwa prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini diterapkan jauh lebih ketat. Seluruh personel di area terbuka diwajibkan menggunakan masker pelindung setiap saat.

Di sisi lain, ancaman kabut asap juga berdampak pada keselamatan navigasi perairan. Mengacu pada Maklumat Pelayaran (Notice to Mariners) yang diterbitkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, Pelindo turut menginstruksikan seluruh nakhoda dan mitra pengguna jasa laut untuk meningkatkan kewaspadaan maksimal saat berolah gerak di Alur Sungai Mentaya, Katingan, hingga Sebangau.

“Operasional pelabuhan dan keselamatan maritim harus berjalan beriringan dengan kesehatan manusia. Kabut asap boleh membatasi jarak pandang, namun kepedulian dan kewaspadaan kita tidak boleh berkurang. Kami akan terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan instansi berwenang untuk memastikan semuanya terkendali,” tutup Fajar.(*)

Editor : adm1

Hukum
Berita Populer
Berita Terbaru