Mudik Tahun 2026 Diprediksi Meningkat, Polda Jatim: Polri Turut Mengantarkan, Melayani

memonews.info
Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan

SURABAYA - Aktifitas mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H, diprediksi akan ada peningkatan. Polisi di Jawa Timur juga melakukan persiapan pola-pola pengamanan .

Dirlantas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi menilai mudik saat lebaran Idul Fitri bukan hanya semata-mata perjalanan fisik. Maka dari itu, ia memastikan Polri turut mengantarkan, melayani masyarakat mudik yang akan kembali ke kampung halaman.

Baca juga: Bom Udara Aktif Berhasil Dijinakan Tim Jibom Brimob Polda Jatim

"Ini (mudik lebaran) adalah perjalanan spiritual, bagi umat muslim khususnya melaksanakan puasa Ramadan dan tentunya kita menjaga kekhidmatan kekhidmatan puasa ini, kemudian untuk mencapai hari kemenangan pada idul fitri nanti bagi umat Islam nah, perjalanan spiritual ini akan kita antarkan," kata Iwan, Senin (9/3/2026).

Tagline 'Mudik Selamat Keluarga Bahagia' disebut menjadi hal yang sangat relevan pada setiap mudik. Menurutnya, keselamatan adalah hal yang utama jadi.

Baca juga: Polda Jatim Amankan 4 Tersangka,  Terlibat Kasus Kejahatan Sumber Daya Alam

"Kita melihat bagaimana tren setiap tahunnya kita mengalami tren kenaikan (arus mudik), tentunya setiap tahun, kita mengalami tren kenaikan," tambahnya.

Polisi dengan 3 melati di pundaknya itu menerangkan data yang diperoleh dari Kementerian Perhubungan. Dalam data yang dimiliki, ia mengatakan Provinsi Jatim merupakan kota nomor 2 nasional yang menjadi tujuan untuk pemudik dimana tahun 2026 ini diprediksi akan menerima 17,30�lam prosentase atau kurang lebih 27,29 juta yang akan masuk ke Jatim.

Baca juga: Amankan 222 Tersangka, Ditreskrimum Polda Jatim Sebut Ungkap Kasus Meningkat

Iwan memprediksi tren kenaikan arus mudik 27,29 juta merupakan jumlah yang besar. Maka dari itu, ia meminta pemudik untuk memastikan kondisi fisik tubuh, kendaraan, dan barang bawaan selama perjalanan.

Polda Jatim beserta seluruh jajaran dan para pihak terkait memerlukan kesiapan yang sangat matang. "Harus matang, kenapa? tadi saya katakan di awal bahwa ini bukan saja semata-mata perjalanan fisik, tapi ini adalah perjalanan spiritual masyarakat yang mungkin merindukan kampung halaman kemudian bertemu dengan sanak keluarga," pungkasnya.(*)

Editor : Memo News

Hukum
Berita Populer
Berita Terbaru