SURABAYA- Ketua RT 12 Tambak Medokan Ayu, Surabaya, Suhadi, membantah anggapan bahwa warga tidak membantu keluarga Z-A-A, bocah penyandang Down syndrome yang meninggal dunia dan diduga menjadi korban perundungan. Ia menegaskan, sejumlah warga turut membantu sejak korban dibawa ke rumah sakit hingga proses pemakaman.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya informasi di media sosial yang menyoroti peran warga dalam memberikan pertolongan kepada korban dan keluarganya.
Menurut Suhadi, bantuan warga tidak hanya diberikan saat korban membutuhkan penanganan medis, tetapi juga berlanjut ketika keluarga menghadapi proses pemindahan jenazah hingga pemakaman.
“Warga ikut membantu sejak korban dibawa ke rumah sakit. Bahkan, ada warga dari lingkungan RT lain yang turut membantu dan mendampingi keluarga sampai proses pemakaman,” kata Suhadi, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, dirinya bersama sejumlah warga turut mendampingi keluarga, termasuk ketika jenazah dipindahkan ke Rumah Sakit Bhayangkara hingga proses pemakaman selesai.
Dukungan warga berlanjut setelah pemakaman. Mereka bergotong royong menyiapkan berbagai keperluan tahlilan dan doa bersama, mulai dari menyediakan makanan hingga membantu kebutuhan keluarga korban.
Suhadi juga mengungkapkan, bantuan kepada keluarga tersebut sebenarnya telah dilakukan sebelum kasus meninggalnya Z-A-A menjadi perhatian publik.
Keluarga korban yang memiliki keterbatasan ekonomi disebut pernah mendapatkan bantuan modal usaha dan rombong untuk berjualan. Selain itu, terdapat bantuan terkait tempat tinggal, sementara iuran lingkungan keluarga korban disebut ditanggung oleh seorang donatur.
“Warga selama ini juga berupaya membantu kondisi ekonomi keluarga. Ada bantuan modal usaha, rombong untuk berjualan, hingga bantuan terkait tempat tinggal. Iuran lingkungan mereka juga ditanggung donatur,” jelasnya.
Menurut Suhadi, berbagai bentuk bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian warga terhadap kondisi keluarga korban, termasuk ketika mereka menghadapi kesulitan ekonomi.
Suhadi berharap masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar di media sosial tanpa mengetahui keseluruhan peristiwa. Ia menyayangkan apabila upaya warga dalam membantu keluarga korban tidak diketahui secara utuh.
“Kami berharap masyarakat melihat persoalan ini secara utuh dan tidak langsung menyimpulkan dari informasi yang beredar. Warga ingin situasi tetap kondusif dan tidak saling menyalahkan,” katanya.
Ia menegaskan, warga memilih menjaga situasi tetap kondusif di tengah perhatian publik terhadap kasus tersebut.
Sementara itu, dugaan perundungan yang berkaitan dengan meninggalnya Z-A-A tetap menjadi persoalan yang perlu ditangani secara serius. Kepastian mengenai peristiwa yang dialami korban harus mengacu pada hasil pemeriksaan dan penanganan pihak berwenang.(*)
Editor : adm1