SURABAYA- Dua kelompok pemuda Kedungmangu dan Wonokusumo saling serang menggunakan clurit pada Kamis, 25 april 2024 sekirapukul 01.30 wib di pertigaan Jalan WonokusumoSurabaya.
Pelaku yang terlibat aksi tawuran juga turut serta inisal, AR (19), asal Jalan Randu Barat Surabaya, BR (18) asal Jalan Rangkah Rejo Lebar, MA (19) asal Jalan Randu Barat dan GM (18) asal Jalan Kedinding Tengah Baru Surabaya.
Baca juga: Viral Peras Sopir Truks dan Ancam Ambil Celurit, Pelaku Dibekuk Polres Tanjung Perak
Pelaku yang masih anak anak, inisial NR (17) dan MR (17) warga Surabaya peran keduanya ikut dalam aksi tawuran.
Dalam aksi tawuran kedua kelompok tersebut, menyebabkan korban MZG (18) asal Wonokusumo mengalami luka bacok pada bagian wajah, punggung dan kaki hingga akhirnya meninggal dunia.
Aksi tawuran dua kelompok ini diduga dipicu dari video konten tawuran yang akan diunggah pada medsos, untuk menunjukan jati diri dankekuatan masing-masing kelompok.
Kapolres Tanjung Perak AKBP Wiliam Cornelis Tanasale menjelasakan, tawuran itu diawali dari sekelompok Kedungmangu Randu yang berkumpul mengkonsumsi minuman keras (miras).
Selanjutnya ABH, NR dan tersangka AR dari kelompok pemuda Kedungmangu Randu menerima direct messageinstagram dari kelompok pemuda Wonokusumo yang isinya tantangan untuk tawuran dengan titik kumpul / titik temu tawuran di pertigaan Wonokusumo Surabaya.
"Adanya tantangan, kemudiantersangka AR memberitahukan kepada seluruh anggota kelompok Kedungmangu Randu terkait tantangan agar mempersiapkan senjata tajam," kata AKBP Wiliam, Senin (29/4/2024).
Baca juga: Jambret yang Sasar Wisatawan di Surabaya Ditindak Tegas Bagian Kaki oleh Polres Tanjung Perak
Kemudian kelompok Kedungmangu Randu berangkat menuju lokasi tawuran dengan rute dari jalan Kedungmangu Selatan mengarah jalan Sidotopo Wetan, menuju jalan Tenggumung Baru hingga sampai di titik pertemuan di pertigaan Jalan Wonokusumo.
Disana, kelompok Kedungmangu dipertigaan jalan Wonokusumo, lalumenyalakan petasan sebagai tanda bahwa kelompok Kedungmangu Randu sudah siap untuk melakukan aksi tawuran.
Kemudian tidak berselang lama, kelompok Wonokusumo membalas menyalakan petasan sebagai tandaWonokusumo sudah siap untuk melakukan tawuran.
"Mendengar letusan petasan balasan dari kelompok Wonokusumo maka kelompok kedungmangu Randu menyalakan petasan kedua dan langsung menyerang kelompok Wonokusumo," imbuh Kapolres.
Baca juga: Benteng Dalam Surabaya Diobok Obok Satresnarkoba Tanjung Perak, Bekuk Dua Pengedar
Pada saat saling serang antara kedua kelompok tersebut, korban MZG, berusaha lari mundur ke arah pertigaan Wonokusumo. Namun korban MZG terjatuh dan ARD (dpo) membacok pinggang korban satu kali.
Kemudian diikuti ABH, NR membacok korban menggunakan clurit corbek mengenai punggung kanan bawah sebanyak satu kali, tersangka AR memukul korban menggunakan stick golf tiga kali, kemudian TL (DPO)membacok korban menggunakan samurai.
Korban MZG berhasil kabur saat itu, namun tidak berselang lama terkenabacokan dari tersangka BR, RZ (dpo), YY (dpo), DM (dpo), RD (dpo).
Barang bukti yang diamankan, 1 buah clurit corbek panjang 1,5 meter, 1 buah clurit panjang 1,2 meter, 1 buah clurit panjang 90 cm, 1 buah samurai panjang 1 meter, HP, rekaman CCTV, dan visum et repertum.(*)
Editor : Memo News