Rekonstruksi Pembunuhan Wanita di Putat Jaya, Polisi Ungkap 55 Adegan dan Motif Utang Rp1 Juta

author Adm02

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Proses Rekontruksi kasus pembunuhan Putat Jaya
Proses Rekontruksi kasus pembunuhan Putat Jaya

i

SURABAYA – Kasus pembunuhan seorang wanita di kawasan Putat Jaya, Surabaya, memasuki tahap rekonstruksi. Dalam kegiatan tersebut, penyidik memperagakan rangkaian peristiwa yang melibatkan tersangka MKA (24), warga Sukomanunggal, Surabaya, yang sebelumnya diamankan di Selangor, Malaysia.

Rekonstruksi dilakukan untuk mengungkap secara terperinci rangkaian kejadian hingga korban meninggal dunia, sekaligus mencocokkan keterangan tersangka dengan hasil penyidikan.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP David Manurung menjelaskan, berdasarkan terdapat 55 adegan yang diperagakan di dua lokasi berbeda. Sebanyak 44 adegan berlangsung di tempat eksekusi atau lokasi pembunuhan, sedangkan 11 adegan lainnya dilakukan di lokasi pembuangan barang bukti, tepatnya di Jalan Simomohan Baru Gang 6 Nomor 7.

Berawal dari Penagihan Utang Rp1 Juta

Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkap bahwa dugaan pembunuhan tersebut dilatarbelakangi persoalan utang piutang senilai Rp1 juta.

"Tersangka disebut merasa sakit hati setelah mendatangi korban untuk menagih utang. Situasi kemudian memanas ketika korban diduga melontarkan perkataan yang dianggap tidak pantas oleh tersangka," kata AKBP David, Rabu (21/10).

Perselisihan tersebut diduga menjadi pemicu terjadinya tindak kekerasan yang berujung pada kematian korban.

Kasat juga menjelaskan bahwa hubungan antara tersangka dan korban sebatas pertemanan. Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam wawancara, konflik tersebut terjadi saat tersangka datang untuk menagih utang.

Korban Alami Sekitar 10 Luka

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik menyebut hasil visum dan autopsi menunjukkan adanya sekitar 10 luka pada tubuh korban.

" Luka-luka tersebut diduga berkaitan dengan peristiwa tarik-menarik pisau antara korban dan tersangka," imbuh AKBP David.

Berdasarkan informasi yang didapat, pisau yang terlibat dalam kejadian itu disimpan oleh korban di bagian belakang lemari.

Temuan medis tersebut menjadi salah satu bagian penting yang didalami penyidik untuk merekonstruksi kejadian dan mengungkap bagaimana peristiwa berdarah itu berlangsung.

Sempat Kabur ke Malaysia, Tersangka Ditangkap Saat Bekerja

Setelah kejadian, tersangka diketahui pergi ke Malaysia untuk bekerja sebagai pekerja migran. Saat berada di negara tersebut, MKA bekerja sebagai kuli bangunan.

Keberadaan tersangka di luar negeri membuat proses penangkapan memerlukan koordinasi lintas negara.

Penyidik Satreskrim kemudian berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri untuk menjalin kerja sama police to police dengan kepolisian Malaysia.

Melalui koordinasi tersebut, tersangka akhirnya diamankan di wilayah Selangor, Malaysia. Selanjutnya, tersangka diserahkan kepada penyidik Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Rekonstruksi untuk Memperjelas Rangkaian Peristiwa

Kepolisian menjelaskan bahwa pengungkapan identitas pelaku telah dilakukan sebelumnya. Namun, keberadaan tersangka di Malaysia menjadi salah satu kendala dalam proses penangkapan hingga akhirnya dapat dipulangkan ke Indonesia.

Rekonstruksi kemudian digelar untuk memperjelas rangkaian kejadian berdasarkan hasil penyidikan, termasuk peristiwa di lokasi pembunuhan dan lokasi pembuangan barang bukti.

Penjelasan lebih terperinci mengenai teknis rekonstruksi disampaikan oleh Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP David Manurung.

Polisi masih mendalami rangkaian peristiwa tersebut untuk melengkapi proses penyidikan dan memastikan kesesuaian antara keterangan tersangka, hasil pemeriksaan saksi, serta bukti-bukti yang telah dikumpulkan.(*)

Berita Terbaru

Ketua RT Bantah Warga Tak Bantu Keluarga Bocah Down Syndrome yang Meninggal di Surabaya

Ketua RT Bantah Warga Tak Bantu Keluarga Bocah Down Syndrome yang Meninggal di Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 15:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 15:07 WIB

Sejumlah warga turut membantu sejak korban dibawa ke rumah sakit hingga proses pemakaman.…

Arus Petikemas TTL Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026, Tumbuh 12,54 Persen

Arus Petikemas TTL Tembus 2,29 Juta TEUs hingga September 2026, Tumbuh 12,54 Persen

Senin, 19 Okt 2026 20:19 WIB

Senin, 19 Okt 2026 20:19 WIB

Arus petikemas PT Terminal Teluk Lamong mencapai 2.299.342 TEUs hingga September 2026, tumbuh 12,54 persen dibandingkan tahun lalu.…

Diduga Digadaikan Pegawai, Polrestabes Surabaya Lanjutkan Penyelidikan

Diduga Digadaikan Pegawai, Polrestabes Surabaya Lanjutkan Penyelidikan

Senin, 19 Okt 2026 11:58 WIB

Senin, 19 Okt 2026 11:58 WIB

Kendaraan tersebut diduga dibawa seorang pegawai toko menjelang Idulfitri, lalu disebut telah digadaikan…

Tampang Curi Motor di Mojo Dihajar Warga dan Diamankan Polsek Gubeng, 1 Buron

Tampang Curi Motor di Mojo Dihajar Warga dan Diamankan Polsek Gubeng, 1 Buron

Senin, 19 Okt 2026 09:16 WIB

Senin, 19 Okt 2026 09:16 WIB

Tertangkap Warga Saat Beraksi di Rumah Kos…

Razia Kunti Bolodewo, Dari 19 Pelaku Polres Tanjung Perak Rehab 17 Orang  

Razia Kunti Bolodewo, Dari 19 Pelaku Polres Tanjung Perak Rehab 17 Orang  

Sabtu, 17 Okt 2026 12:24 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:24 WIB

Dari 19 orang yang diamankan, sebanyak 17 orang dipastikan menjalani proses rehabilitasi medis dan sosial atau rehab.…

Midea Paling Ideal Tiba di Surabaya, Kenalkan Ekosistem AI SMART MASTER

Midea Paling Ideal Tiba di Surabaya, Kenalkan Ekosistem AI SMART MASTER

Sabtu, 17 Okt 2026 08:33 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 08:33 WIB

SURABAYA – Midea Electronics Indonesia melanjutkan rangkaian komunikasi Midea Paling Ideal #JujurSebagusItu di Surabaya, Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini m…