Kapolda Jatim Berganti! Peta Komando Polri di Jawa Timur Berubah, Mutasi Besar-besaran Bergulir

Reporter : Adm02
Sertijab di Mabes Polri

JAKARTA – Mutasi besar-besaran yang digulirkan Polri melalui Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026 juga merubah Peta komando kepolisian di Jawa Timur. Pergantian Kapolda Jawa Timur menjadi salah satu sorotan utama.

Bukan sekadar rotasi jabatan, pergantian pucuk pimpinan Polda Jawa Timur menjadi momentum penting bagi wajah penegakan hukum dan pelayanan kepolisian di provinsi ini.

Baca juga: Pasma Royce Naik Level! Mantan Kapolrestabes Surabaya Kini Dipercaya Jadi Kapolda Bali

Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan dinamika keamanan yang tinggi. Persoalan kriminalitas, narkoba, kejahatan jalanan, lalu lintas, hingga gangguan kamtibmas menjadi tantangan yang harus segera dihadapi Kapolda Jatim yang baru.

Artinya jelas: tongkat komando berganti, tantangan tidak ikut berganti.

Pergantian Kapolda Jatim tersebut merupakan bagian dari mutasi besar di tubuh Polri yang juga menyentuh 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah Indonesia.

Selain Jawa Timur, rotasi Kapolda terjadi di Polda Metro Jaya, Maluku, Kepri, Riau, NTT, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Bali, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Jambi, Gorontalo, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat dan DIY.

Jawa Timur Jadi Titik Perhatian

Perubahan pimpinan di Polda Jatim tentu menjadi perhatian publik. Sebab, wilayah Jawa Timur memiliki karakteristik keamanan yang sangat beragam, mulai dari kawasan metropolitan Surabaya dan sekitarnya hingga wilayah tapal kuda, Madura, Malang Raya, Madiun, Kediri, Jember, Banyuwangi dan daerah lainnya.

Kapolda Jatim yang baru dituntut tidak hanya mampu menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga harus menjawab ekspektasi masyarakat terhadap penanganan kejahatan yang langsung bersentuhan dengan warga.

Curanmor, narkoba, kejahatan jalanan, kriminalitas konvensional hingga persoalan keamanan di ruang publik menjadi pekerjaan rumah yang menunggu di depan mata.

Di tengah tuntutan tersebut, perubahan pucuk pimpinan Polda Jatim diharapkan membawa energi baru dalam strategi kepolisian di Jawa Timur.

88 Perwira Dimutasi

Secara keseluruhan, Telegram Kapolri tersebut mencatat 88 Pati dan Pamen Polri mengalami mutasi. Sebanyak 70 personel mendapatkan promosi atau menempati jabatan baru.

Baca juga: Komplotan Ganjal ATM Dibongkar Polda Jatim, 5 Tersangka Ditangkap di Sejumlah Daerah

Mutasi juga menyasar sejumlah posisi strategis di Mabes Polri, mulai dari Kabaintelkam, Kabareskrim, Kabaharkam, Kalemdiklat hingga sejumlah pejabat utama lainnya.

Rangkaian mutasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier personel Polri.

23 Pati Naik Pangkat

Di sisi lain, Polri juga menggelar Korps Raport kenaikan pangkat terhadap 23 Pati Polri.

Sebanyak tujuh Pati naik menjadi Komjen Pol, 14 Pati menjadi Irjen Pol, dan dua Pati menjadi Brigjen Pol.

Salah satu nama yang naik pangkat menjadi Irjen Pol adalah Pasma Royce, sosok yang memiliki rekam jejak kepemimpinan di wilayah Jawa Timur dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kapolrestabes Surabaya.

Kapolda Baru Ditunggu Gebrakan

Baca juga: Suyudi Ario Seto Calon Pengganti Listyo Sigit, Begini Perjalanan Kariernya

Pergantian pucuk pimpinan Polda Jatim kini tinggal menunggu bagaimana langkah baru yang akan dilakukan.

Publik Jawa Timur tentu tidak hanya menunggu seremoni serah terima jabatan. Yang ditunggu adalah gebrakan.

Bagaimana polisi menghadapi maraknya kejahatan jalanan? Seberapa agresif pemberantasan narkoba dilakukan? Bagaimana pengamanan kawasan Surabaya Raya? Dan sejauh mana pelayanan kepolisian benar-benar dirasakan masyarakat?

Kapolri melalui Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menegaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus pembinaan karier.

Kapolri berharap pejabat yang menerima amanah baru segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, menjaga soliditas organisasi dan memberikan pelayanan kepolisian secara optimal.

Kini mata publik Jawa Timur tertuju ke pucuk pimpinan Polda Jatim. Tongkat komando telah bergeser. Tantangan sudah menunggu. Tinggal membuktikan, seberapa kuat gebrakan Kapolda baru dalam menjaga Jawa Timur tetap aman dan kondusif.(*)

Editor : adm1

Hukum
Berita Populer
Berita Terbaru