SURABAYA – Aktifitas mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H, diprediksi akan ada peningkatan. Polisi di Jawa Timur juga melakukan persiapan pola-pola pengamanan .
Dirlantas Polda Jatim Kombes Iwan Saktiadi menilai mudik saat lebaran Idul Fitri bukan hanya semata-mata perjalanan fisik. Maka dari itu, ia memastikan Polri turut mengantarkan, melayani masyarakat mudik yang akan kembali ke kampung halaman.
“Ini (mudik lebaran) adalah perjalanan spiritual, bagi umat muslim khususnya melaksanakan puasa Ramadan dan tentunya kita menjaga kekhidmatan kekhidmatan puasa ini, kemudian untuk mencapai hari kemenangan pada idul fitri nanti bagi umat Islam nah, perjalanan spiritual ini akan kita antarkan,” kata Iwan, Senin (9/3/2026).
Tagline ‘Mudik Selamat Keluarga Bahagia’ disebut menjadi hal yang sangat relevan pada setiap mudik. Menurutnya, keselamatan adalah hal yang utama jadi.
“Kita melihat bagaimana tren setiap tahunnya kita mengalami tren kenaikan (arus mudik), tentunya setiap tahun, kita mengalami tren kenaikan,” tambahnya.
Polisi dengan 3 melati di pundaknya itu menerangkan data yang diperoleh dari Kementerian Perhubungan. Dalam data yang dimiliki, ia mengatakan Provinsi Jatim merupakan kota nomor 2 nasional yang menjadi tujuan untuk pemudik dimana tahun 2026 ini diprediksi akan menerima 17,30% dalam prosentase atau kurang lebih 27,29 juta yang akan masuk ke Jatim.
Iwan memprediksi tren kenaikan arus mudik 27,29 juta merupakan jumlah yang besar. Maka dari itu, ia meminta pemudik untuk memastikan kondisi fisik tubuh, kendaraan, dan barang bawaan selama perjalanan.
Polda Jatim beserta seluruh jajaran dan para pihak terkait memerlukan kesiapan yang sangat matang. “Harus matang, kenapa? tadi saya katakan di awal bahwa ini bukan saja semata-mata perjalanan fisik, tapi ini adalah perjalanan spiritual masyarakat yang mungkin merindukan kampung halaman kemudian bertemu dengan sanak keluarga,” pungkasnya.(*)

